Nama Kadisdik Kebumen Dicatut untuk Modus Penipuan, Korban Rugi Jutaan Rupiah
Hukum & Kriminal

Nama Kadisdik Kebumen Dicatut untuk Modus Penipuan, Korban Rugi Jutaan Rupiah

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Sejumlah rekanan penyedia barang dan jasa di Kabupaten Kebumen belum lama ini sempat menjadi korban penipuan oknum tidak bertanggung jawab. Oknum yang mengatasnamakan dirinya Kepala Disdik Kebumen Ahmad Ujang Sugiyono, meminta sejumlah nominal uang kepada rekanan dengan dalih memberikan pekerjaan.

Kepala Disdik Kebumen Ahmad Ujang Sugiyono menegaskan, pihaknya tidak pernah menghubungi pihak rekanan dengan menjanjikan pekerjaan dan meminta sejumlah nominal uang. Bagi pihak rekanan yang dihubungi nomor tertentu dengan mengatasnamakan dirinya agar melakukan klarifikasi terlebih dahulu kepada Dinas Pendidikan.

"Terkait dengan pelaksanaan barang/jasa pada Dinas Pendidikan telah dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku," ungkapnya Rabu (4/7/2018).

Pencatutan nama dirinya dalam perkara semacam ini diakui Ujang baru pertama kali terjadi. Hingga kini pihaknya belum berencana menempuh jalur hukum untuk permasalahan tersebut. Sebagai bentuk antisipasi, ia telah mengeluarkan surat Klarifikasi yang ditujukan terhadap rekanan penyedia barang/jasa di Kebumen. 

"Harapannya segera bertobat, karena mendapatkan uang dengan cara menipu orang adalah tindakan kriminal dan merugikan orang lain," tuturnya.

Pimpinan CV Terus Jaya Titi Wigowati (54) warga Desa Karangsari Kecamatan Kebumen yang merupakan salah satu korban mengaku kehilangan uang Rp 5 juta karena penipuan tersebut. Kejadian tersebut terjadi Kamis 28 Juni 2018 saat dirinya tengah berada di RSDS Kebumen. Oknum yang mencatut nama Kepala Disdik Kebumen mengaku meminjam uang lantaran sangat butuh untuk kegiatan dinas.

"Dia terus menelpon untuk segera mentransfer. Akhirnya saya transfer ke rekening atas nama Efianti senilai Rp 5 juta. Tidak ada rasa curiga sama sekali," ungkapnya.

Sehari setelah transfer, lanjut Titi, oknum kemudian menghubungi dirinya kembali untuk meminta transfer Rp 20 juta. Ia tidak lantas percaya dan kemudian meminta bertemu dengan oknum tersebut namun menolak. Ia hanya diminta bertemu dengan salah satu pejabat Dinas Pendidikan untuk membicarakan mengenai pekerjaan pada Selasa (3/7/2018).

"Saya cerita sama teman dan disarankan untuk mengklarifikasi kepada Kepala Disdik. Saat konfirmasi itu baru saya tahu kalau memang penipuan," jelasnya.

Titi mengaku sangat terpukul dan kaget atas kejadian yang menimpa dirinya. Namun demikian, ia tidak akan melanjutkan perkara tersebut ke ranah hukum. Ia mengaku telah mengikhlaskan uang yang ia transfer diambil oknum pencatut nama Kepala Disdik Kebumen.

"Harapannya tidak pernah terjadi kembali kejadian semacam ini," tandasnya.