Nyolong Laptop dalam Mobil, Dua Maling Babak Belur Digebuki Massa
Hukum & Kriminal

Nyolong Laptop dalam Mobil, Dua Maling Babak Belur Digebuki Massa

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Nasib sial dialami Ma (44), warga Kabupaten Bandung dan Ef (28), warga Lampung yang terpaksa menjadi sasaran amukan massa warga, Selasa (2/7). Mereka kepergok saat tengah mencoba mengambil tas berisi laptop di dalam mobil milik Erianto, warga Kabupaten Bogor di Gombong.

Kejadian bermula saat rombongan Erianto yang mengendarai Nissan Evalia F 1246 NG berhenti di Masjid At Thoriq Gombong untuk melaksanakan shalat. Tidak lama berselang dua tersangka yang juga residivis ini datang ke lokasi dengan sepeda motor matic D 5259 VDH dan memarkir di dekat mobil tersebut.

Tidak lama berselang, tersangka melancarkan aksinya dengan cara memecah kaca mobil dengan pecahan busi. Aksi nekad tersangka diketahui keamanan masjid tersebut yang langsung meneriaki maling. Tersangka Ma yang panik keluar dari mobil dengan membawa tas berisi laptop. Namun saat hendak kabur, tersangka Ma berhasil dibekuk sedangkan rekannya kabur menggunakan sepeda motor.

Kegigihan korban, saksi dan masyarakat tidak cukup sampai di situ karena mereka kemudian mengejar tersangka Ef hingga ke persawahan. Tersangka Ef akhirnya berhasil dibekuk setelah sempat kabur sekitar 150 dari tempat lokasi pencurian. Karena kesal, kedua tersangka sempat menjadi bulan-bulanan massa hingga babak belur.

Kapolres Kebumen AKBP Arief Bahtiar melalui Kapolsek Gombong AKP Triwarso Nurwulan mengatakan, bersama pengamanan tersangka tersebut juga didapat barang bukti hasil pencurian dari tempat lain seperti Cilacap dan Pejagoan. Dari tempat kejadian perkara (TKP) masjid At Thoriq, petugas mengamankan barang bukti sepeda motor tersangka, pecahan busi, pecahan kaca dan tas coklat berisi laptop.

"Barang bukti lain diantaranya laptop, uang tunai, dua buah hape dan satu pisau lipat," terangnya, Rabu (4/7/2018).

AKP Triwarso mengapresiasi masyarakat yang telah membantu Polri dalam menangkap pelaku. Namun demikian, ia mengimbau agar masyarakat tidak bertindak berlebihan seperti halnya main hakim sendiri. Pasalnya kepolisian masih punya kepentingan untuk mengembangkan kasus serupa di tempat lain. 

"Perkara ini kami limpahkan ke Penyidik Polres kebumen guna pengembangannya, karena pada saat diamankan kita temukan barang bukti hasil kejahatan kedua pelaku dari wilayah lain," tandasnya.