BPOM Telusuri Produsen Produk Pangan Mengandung Bahan Berbahaya
Hukum & Kriminal

BPOM Telusuri Produsen Produk Pangan Mengandung Bahan Berbahaya

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Beberapa hari lalu, tim Jejaring Keamanan Pangan Daerah (JKPD) Kabupaten Kebumen menyisir sejumlah pasar tradisional, toko modern dan swalayan yang ada di Kebumen. Pemantauan dilakukan di wilayah Kecamatan Ayah, Buayan, Kebumen, Gombong, Sruweng, Buluspesantren, Alian, Kutowinangun dan Prembun.

Setelah melakukan penyisiran disejumlah pasar tradisional, toko modern dan swalayan yang ada di Kebumen, tim JKPD menemukan beberapa produk makanan yang positif mengandung bahan berbahaya. Di antaranya, rhodamin B, boraks, methanil yellow, formalin. Selain itu beberapa produk makanan juga ditemukan telah kadaluwarsa dan tidak layak konsumsi.

Produk yang ditemukan yakni kerupuk singkong positif rhodamin B, ditemukan di Pasar Jatisari, Prembun, Seruni, Ayah dan Jogomulyo. Dawet positif rhodamin B ditemukan di Pasar Jatisari. Pacar Cina positif rhodamin B ditemukan di Pasar Seruni dan Ayah. Kangkung positif residu pestisida tinggi ditemukan di Pasar Gombong, Ikan asin jenis teri nasi positif formalin ditemukan di Pasar Prembun, Seruni, Karangjambu, Gombong, Bocor dan Tumenggungan. Kuping gajah positif rhodamin B ditemukan di Pasar Ayah.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen, Pudjirahaju mengungkapkan, produk yang positif mengandung bahan tambahan berbahaya telah ditindak lanjuti olrh tim JKPD dengan menelusuri produsen ataupun distributor dari produk tersebut.

"Krupuk singkong yang positif mengandung bahan tambahan berbahaya adalah produk dari Pituruh, Purworejo, bukan produksi dari Karanggayam, Kebumen. Temuan ini telah dilaporkan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk kemudian dilakukan pembinaan secara intensif," jelas Pudjirahaju, Sabtu (09/06).

Untuk kerupuk singkong yang positif rhodamin B di Pasar Jogomulyo dan Ayah, ungkap Pudjirahaju, diketahui diproduksi di Desa Jogomulyo, Kecamatan Buayan. Temuan tersebut juga akan ditindak lanjuti oleh BPOM dengan pembinaan secara intensif kepada produsen dan distributor. 

"Dawet yang positif mengandung bahan tambahan berbahaya tengah ditelusuri produsennya oleh petugas sanitarian Puskesmas Kutowinangun. Dawet tersebut diketahui menggunakan campuran pewarna serbuk yang dicurigai mengandung rodhamin B," terangnya

Pudjirahaju membeberkan, ikan asin jenis teri nasi yang positif mengandung formalin diketahui diambil dari distributor di Kutoarjo, Purworejo. Temuan tersebut sudah dilaporkan ke BPOM dan akan ditelusuri lebih lanjut.

"Pacar Cina yang diketahui mengandung bahan pewarna berbahaya yang ditemukan di Pasar Seruni diproduksi oleh pedagang setempat dan sudah dilakukan pembinaan secara langsung," tandasnya.

Pudjirahaju mengutarakan, pemantauan, pengawasan dan uji cepat produk pangan tersebut digalakkan dengan tujuan untuk meningkatkan koordinasi dalam berjejaring pengawasan keamanan dan untuk meningkatkan rasa aman bagi konsumen dalam memenuhi kebutuhan pangan. Pasalnya pada bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri 1439 H/2018 M permintaan konsumen mengalami peningkatan.

"Pemantauan, pengawasan dan uji cepat produk pangan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepedulian masyarakat Kebumen umumnya tentang produk pangan yang aman," pungkasnya.