Diduga Ditimbun, Kelangkaan Gas Melon Masih Terjadi di Kebumen
Ekonomi

Diduga Ditimbun, Kelangkaan Gas Melon Masih Terjadi di Kebumen

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram menjelang Lebaran semakin menjadi-jadi. Kelangkaan diprediksi lantaran tidak sedikit masyarakat yang menimbun tabung hingga beberapa di rumah sebagai persediaan. Untuk meminimalisir masalah tersebut, pasokan gas melon pun ditambah.

Kelangkaan gas melon juga berdampak langsung terhadap harganya yang kian melambung. Harga gas elpiji 3 kilogram kini melebih harga eceran tertinggi yakni Rp 25.000 setiap tabungnya. Padahal, harga eceran tertinggi untuk gas elpiji yang sama Rp 18.000 sesuai yang ditentukan pemerintah.

Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kebumen, kebutuhan normal atau rata-rata setiap bulan untuk tabung gas LPG 3 kilogram yakni 780.747 tabung. Untuk Mei sendiri, terdapat penambahan fakultatif tabung satu persen atau 7.807 tabung. Sementara untuk Juni, tabung ditambah fakultatif sebesar 8,5 persen atau 66.363 tabung.

Kabag Perekonomian Setda Kebumen Wahyu Siswanti mengatakan, pasokan gas elpiji untuk Kebumen akan dilakukan penambahan setiap harinya secara berkala. Pada 1 Juni total pasokan 30.080 tabung dengan rincian reguler 27.280 tabung ditambah fakultatif 2.800. Dan 14 Juni mendatang, pasokan mencapai 41.360 tabung dengan rincian 33.520 reguler dan 7.840 tambahan fakultatif.

"Kami juga mengimbau bagi masyarakat mampu, PNS, Polri, dan TNI tidak menggunakan gas elpiji 3 kilogram," tuturnya, Sabtu (9/6).