Tingkatkan Pelayanan Administrasi Kependudukan, Dirjen Dukcapil Launching GISA
Pemerintahan

Tingkatkan Pelayanan Administrasi Kependudukan, Dirjen Dukcapil Launching GISA

Kebumen(kebumen.sorot.co)--Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Zudan Arif Fakrulloh bersama Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz melaunching Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) di Gedung Pertemuan Setda Kebumen, Rabu (16/5).

Zudan mengungkapkan, pentingnya inovasi pelayanan administrasi kependudukan untuk diterapkan Dinas Dukcapil. Hal ini dilakukan guna meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sehingga tercapai tujuan masyarakat yang bahagia. Untuk itu, GISA adalah langkah konkret untuk meningkatkan pelayanan administrasi kependudukan serta membangun Indonesia sadar amdinistrasi kependudukan mulai dari keluarga.

Di GISA ini konsepnya adalah kita membangun Indonesia sadar Adminduk mulai dari keluarga. Setiap keluarga disadarkan bahwa bayi yang baru lahir mendapat akta kelahiran,” terangnya.

Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan, lanjut Zudan, adalah sebuah gerakan untuk membangun ekosistem pemerintahan yang sadar akan pentingnya administrasi kependudukan. Dirinya menjelaskan, kesadaran tersebut ditunjukkan dengan empat hal, yakni kesadaran akan pentingnya dokumen kependudukan, pemanfaatan data kependudukan, pemutakhiran data kependudukan, dan pelayanan administrasi kependudukan yang membahagiakan rakyat. 

Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz, dalam sambutannya menyampaikan Pemkab Kebumen telah melakukan langkah-langkah inovasi di bidang administrasi kependudukan. Di antaranya, program Baladewa Lahir, yaitu program inovasi penerbitan akta kelahiran cepat bagi bayi yang dilahirkan di Bangsal rumah sakit atau Puskesmas.

Realisasi hingga saat ini telah diterbitkan 6.989 akta. Ini berkat kerjasama dengan 40 rumah sakit dan Puskesmas,” ungkap Yazid.

Selain itu, kata Yazid, pihaknya juga telah melancarkan program Ketapel 17. Yaitu program inovasi yang diperuntukkan bagi wajib KTP pemula atau usia 17 tahun. Penduduk berusia 17 tahun langsung menerima KTP elektronik. Adapun realisasi hingga saat ini sebanyak 12.695 KTP dari 71 sekolah.

Pada kesempatan itu, juga dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerjasama pemanfaatan data kependudukan dengan OPD, Perbankan, PDAM, desa dan kelurahan. Semua program inovasi tersebut ditujukan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.