Akui Ada Kesalahan, Ini Alasan Panitia Penjaringan Perangkat Desa Aditirto
Pemerintahan

Akui Ada Kesalahan, Ini Alasan Panitia Penjaringan Perangkat Desa Aditirto

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Panitia penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Aditirto Kecamatan Pejagoan mengakui ada kekeliruan dalam penilaian peserta. Kekeliruan bukan hanya satu, tetapi terhadap tiga peserta penjaringan yakni untuk nilai administrasi dan nilai pengabdian peserta.

Penilaian ijazah SI Mis Ngafiyah, yang seharusnya 10 justru dinilai 8 oleh panitia. Sementara itu, nilai pengabdian lebih dari empat tahun Siti Nurhasanah dan M Iqbaludin yang semestinya 16 tetapi oleh panitia hanya dinilai 12. Hal itu tidak sesuai dengan Peraturan Bupati nomor 51 tahun 2017 Pasal 12 tentang Penilaian.

Nilai Mis Ngafiyah maupun M Iqbaludin jika sesuai dengan mestinya tetap tidak mempengaruhi hasil akhir. Berbeda dengan Siti Nur Khasanah. Apabila dinilai sebagaimana mestinya akan merubah posisinya dari urutan kedua menjadi pertama. Dengan demikian, yang bersangkutan terpilih sebagai perangkat desa.

Sekretaris panitia penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Aditirto, Ahmad Nur Ridwan mengaku, jikapun terjadi kesalahan tersebut bukanlah kesengajaan panitia. Kejadian tersebut diakuinya lantaran keterbatasan sumber daya manusia maupun waktu yang dimiliki panitia dalam melaksanakan tugas.

Panitia penjaringan telah dibubarkan dan telah mempertanggung jawabkan kepada Kepala Desa serta telah mendapatkan rekomendasi pelantikan dari Camat,” ungkapnya, usai pelantikan perangkat desa hasil penjaringan, Selasa (15/5/2018) di Balai Desa Aditirto.

Lebih lanjut dikatannya, sejak proses awal mulai dari pembentukan panitia hingga selesai selalu mensosialisasikan kepada masyarakat maupun meminta pertimbangan kecamatan. Menurutnya, kejadian tersebut menjadi pembelajaran dan ilmu yang sangat berharga terutama dalam mengabdikan diri di desa. 

Seperti diberitakan sebelumnya, penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Aditirto dipersoalkan sejumlah peserta lantaran dinilai syarat kecurangan dan ketidak transparansian. Peserta kemudian mengadu ke kecamatan terkait persoalan tersebut, Senin (14/5) namun panitia tetap bersikukuh atas keputusan yang dibuat.

Rekomendasi Camat terkait hasil penjaringan dikeluarkan sebelum aduan dilayangkan. Untuk menuntut keadilan tersebut, peserta kini berencana untuk melakukan audiensi dengan Plt Bupati Kebumen Yazid Mahfudz dan tim fasilitasi Kabupaten. Bahkan mereka mengaku tidak segan-segan melayangkan gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).