Sebelum Ditembak Mati, Terduga Teroris DN Tunjukkan Perubahan Perilaku
Hukum & Kriminal

Sebelum Ditembak Mati, Terduga Teroris DN Tunjukkan Perubahan Perilaku

Klirong,(kebumen.sorot.co)--Sebelum tinggal di Jakarta, DN, salah satu dari empat terduga teroris, warga RT. 02/04 Desa Klegenwonosari, Kecamatan Klirong yang tewas bersama tiga orang temannya dikenal sebagai orang yang baik dan penurut. DN juga dikenal aktif berjamaah serta mengikuti kegiatan di mushala desa setempat.

Menurut Pariman, paman sekaligus tetangga DN, perubahan secara perlahan tampak setelah DN menamatkan sekolah menengahnya dan merantau tinggal di Jakarta. DN diketahui pernah bekerja kontrak di perusahaan Astra di Jakarta. Sebelum merantau dan tinggal di Jakarta, pria kelahiran Jakarta, 13 Januari 1995 tersebut tinggal hanya bersama neneknya, Samilah (78), di RT 02/04 desa setempat.

"Orangnya sih baik, sering membantu neneknya. Dia senang baca al-Quran. Dia rajin ke mushala, bahkan dia dulu sering memperbaiki ampli mushala jika rusak. Kebetulan dia pintar dalam hal elektronik," terang Pariman kepada sorot.co, Senin (14/5).

Menurut Pariman, sejak tinggal di Jakarta selama kurang lebih 4-5 tahun terakhir ini, DN jadi tampak agak berbeda. Saat pulang ke rumah DN menjadi lebih tertutup dan jarang bersosialisasi dengan warga setempat. DN juga jarang pergi berjamaah ke mushala yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. 

"Seingat saya DN terakhir pulang pada puasa atau lebaran tahun kemarin. Ketika pulang, DN lebih sering berada di rumah. DN jarang pergi jamaah ke mushala. Dia berjamaahnya tidak di mushala desa sini, katanya sih dia jamaahnya di Petanahan," jelasnya.

Pariman mengaku, tidak tau aktifitas DN di Jakarta, hingga terdengar kabar bahwa DN meninggal dunia dalam baku tembak dengan Detasemen Anti Teror 88 Mabes Polri di terminal Pasir Hayam, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada hari Minggu (13/05).

"Saya sempat kaget dan terkejut saat mendengar kabar tersebut. Ya tidak menyangka saja," ucapnya.

Hal senada diungkapkan Ketua RT. 02/04, Lasimin, yang menilai telah terjadi perubahan terhadap perilaku DN. Sebelumnya DN dikenal oleh tetangga dan warga setempat sebagai orang yang baik dan orang yang rajin beribadah. Pasca merantau di Jakarta sekitar 5 tahun, perubahan terhadap DN terjadi mulai dari cara berpakaian dan pergaulan.

Lasimin menuturkan, perbedaan perilaku DN itu diantaranya, yakni jadi tertutup karena sering di dalam rumah dan jarang bersosialisasi bersama warga setempat. DN juga sudah tak lagi shalat berjamaah di mushala yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Sedangkan dari cara berpakaiannya, DN mengenakan celana cingkrang dan jubah.

Dia tidak pernah keluar dari rumah. Trus kalau jamaah dia tidak di mushala sini, dia jamaahnya keluar arah barat. Dia juga mengenakan jubah, warnanya ganti-ganti kadang abu-abu kadang hitam,” ucapnya.