Dinilai Sarat Kecurangan, Penjaringan Perangkat Desa Kembali Dipermasalahkan
Pemerintahan

Dinilai Sarat Kecurangan, Penjaringan Perangkat Desa Kembali Dipermasalahkan

Pajagoan,(kebumen.sorot.co)--Proses Penjaringan dan penyaringan perangkat desa di Kabupaten Kebumen kembali dipersoalkan. Kali ini sejumlah peserta penjaringan mempersoalkan penjaringan di Desa Aditirto Kecamatan Pejagoan, lantaran dinilai sarat dengan kecurangan dan kejanggalan. Sebelumnya, penjaringan perangkat Desa Setrojenar dan Arjomulyo juga dipersoalkan peserta.

Proses penjaringan sendiri diikuti oleh 14 pendaftar dari empat formasi lowongan yang ada. Formasi masing-masing Kadus II, Kasi Keuangan, Kasi Umum dan Kasi Kesra. Pelaksanaan tes penjaringan dilaksanakan pada Rabu (9/5/2018), dengan hanya diikuti 13 peserta lantaran satu orang tidak hadir. Adapun tes yang dilakukan meliputi tes tertulis, wawancara, pidato dan praktik komputer.

Salah satu peserta penjaringan perangkat Desa Aditirto, Siti Nur Khasanah (37) mengatakan, panitia dinilai tidak transparan lantaran tidak mempublikasikan hasil tes seleksi kepada publik. Kejanggalan pun terlihat dari adanya dua versi nilai yakni nilai yang disampaikan secara lisan dan yang rekapan secara tertulis. Ia pun melihat adanya ketidaksesuaian penilaian masa pengabdian yang seharusnya 16 tetapi hanya dihitung 12.

"Nilainya ada perbedaan dari yang dibacakan panitia dan yang dikeluarkan beberapa hari kemudian," katanya, Senin (14/5/2018).

Sementara itu, Izar Famhas yang juga salah satu panitia penjaringan mengaku heran dengan adanya perbedaan nilai hasil seleksi. Ia pun mendapati ketidak sinkronan antara nilai yang diberikan juri dengan nilai yang tertera pada rekapan secara keseluruhan yang dibuat ketua panitia, Paimun. Di samping itu, sebelum adanya penetapan juga tidak ada rapat internal panitia terlebih dahulu. 

"Karena ada beberapa kejanggalan maka saya menolak menandatangani hasil penjaringan dan memilih mundur sebagai panitia," katanya.

Peserta pun sebelumnya telah mencoba untuk menyampaikan aduan kepada peserta dan panitia namun tidak ada respon. Atas hal tersebut, Senin pagi, peserta mengadu ke Camat Pejagoan terkait proses penjaringan perangkat desa di Desa Aditirto yang sarat kecurangan tersebut. Selain Nur Khasanah, juga ada peserta lain yang mengadu yakni Mis Ngafiyah dan Lulu Lutfiyatul Fajriyah.