Kutuk Keras Aksi Teror, Jaringan Gusdurian Kebumen Desak Polri Tindak Tegas Pelaku dan Jaringannya
Hukum & Kriminal

Kutuk Keras Aksi Teror, Jaringan Gusdurian Kebumen Desak Polri Tindak Tegas Pelaku dan Jaringannya

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Aksi teror yang terjadi di Mako Brimob, Rumah Tahanan Cabang Salemba di Kelapa Dua, Depok pada 8 Mei lalu, disusul ledakan bom di tiga Gereja yang ada di Surabaya pada hari Minggu (13/05), meninggalkan luka mendalam bagi semua elemen bangsa.

Tak berhenti sampai di situ, sebuah ledakan bom kembali terjadi di Rusunawa Wonocolo, Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (13/5) malam. Korban luka maupun korban jiwa pun berjatuhan lagi. Dengan semakin meningkatnya rangkaian aksi teror tersebut, Jaringan Gusdurian di berbagai macam daerah yang ada di Indonesia pun turut bicara dan menyatakan sikap.

Tak terkecuali, Jaringan Gusdurian Kebumen dengan sangat tegas mengutuk dan mengecam rangkaian aksi teror tersebut. Senada dengan Alissa Wahid, selaku Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia, Jaringan Gusdurian Kebumen juga dengan tegas turut menyatakan sikapnya.

Kami meminta Kepolisian RI untuk menemukan dan menindak tegas otak aksi teror. Kami meminta pemerintah, khususnya kepolisian untuk memperkuat perlindungan hak konstitusional warga negara dalam segala bentuknya,” jelas Koordinator Jaringan Gusdurian Kebumen, Humam Rimba, Minggu (13/5).

Rimba menuturkan, pihaknya juga meminta kepada pemerintah untuk mewaspadai menguatnya gerakan pelemahan demokrasi di Indonesia yang kian terasa. Kepada masyarakat pihaknya meminta untuk tetap tenang dan waspada atas tindakan teror dan tindakan kekerasan serta tidak terpancing untuk membalas tindakan tersebut dengan ujaran atau aksi yang memanfaatkan sentimen warga bangsa. 

Memperjuangkan kedaulatan hukum dan persamaan hak warga negara adalah mutlak untuk mewujudkan bangsa yang besar, adil dan makmur. Sudah selayaknya, setiap elemen bangsa dan negara berkontribusi dan menjaganya dari hal-hal yang akan mengoyak bangunan kebangsaan kita,” paparnya.

Pihaknya mengajak kepada warga bangsa untuk terus bersama-sama memperkuat kehidupan bermasyarakat yang rukun dan saling menjaga sehinga ideologi kebencian dan terorisme tidak mendapatkan pendukungnya.

Duka mendalam untuk para korban luka dan korban jiwa yang jatuh di bumi para pahlawan. Luka mereka luka hati bangsa. Kita harus bahu membahu merapatkan barisan untuk mengobati luka tersebut dengan terus menjaga Indonesia sebagai rumah kita bersama,” pungkasnya.