Terduga Teroris Asal Klirong yang Ditembak Mati Sejak Kecil Hidup dengan Neneknya
Peristiwa

Terduga Teroris Asal Klirong yang Ditembak Mati Sejak Kecil Hidup dengan Neneknya

Klirong, (kebumen.sorot.co)--DN, salah satu dari empat terduga teroris, warga Desa Klegenwonosari, Kecamatan Klirong yang tewas bersama tiga orang temannya, belakangan diketahui hidup bersama neneknya di RT 02/RW 04 desa setempat.

Saat ditemui sorot.co di rumahnya, paman sekaligus tetangga korban, Pariman menuturkan, sejak kecil DN hidup bersama neneknya di rumah. DN lahir di Jakarta, 13 Januari 1995. Bapak DN asli Desa Klegenwonosari dan ibu DN merupakan warga Jakarta. Bapak dan ibu DN tinggal di Jakarta, sedangkan DN kecil hingga dewasa tinggal bersama neneknya di desa.

"DN dari kecil hingga dewasa hidup di sini, sekolah di sini. DN sekolah di SD sini, kemudian melanjutkan sekolahnya di Klirong dan dilanjutkan sekolah menengah di Kebumen," terang Pariman, Minggu (13/05/2018).

Pariman mengungkapkan, DN merupakan anak kedua dari tiga bersaudara. Selepas lulus sekolah menengah di Kebumen, DN pergi merantau ke Jakarta sekira 4-5 tahun yang lalu dan tinggal bersama ayahnya. 

"Pulangnya ndak pasti, biasanya kalau pulang paling pas lebaran. Terakhir pulang ya lebaran kemarin seingat saya. Dia sempat bekerja kontrak di perusahaan kendaraan, setelah itu ndak tahu kerja apa dan dimana," jelasnya.

Pariman beserta keluarganya mengaku baru saja mendengar kabar bahwa DN menjadi terduga teroris dan ditembak mati bersama tiga orang temanya oleh Bid Intel 88 Mabes Polri dan tim TKP di Cianjur, Jawa Barat, Minggu (13/5/2018) dini hari tadi.

"Ini saya malah baru tahu kabar itu. Dari tadi pagi nonton TV tidak menjumpai berita terkait DN," ucapnya.