Saingi WhatsApp, Aplikasi Callind Buatan Gadis Kebumen Ditawar Rp 200 Miliar
Pendidikan

Saingi WhatsApp, Aplikasi Callind Buatan Gadis Kebumen Ditawar Rp 200 Miliar

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Aplikasi Callind yang merupakan karya gadis asal Desa Tepakyang, Kecamatan Adimulyo, Kebumen telah resmi diluncurkan. Callind yang merupakan singkatan Calling Indonesia merupakan sarana chatting serupa WhatsApp tersebut telah banyak diminati masyarakat banyak.

Bahkan, sejumlah investor tertarik untuk dapat memiliki aplikasi karya Novy Wahyuningsih itu. Tidak tanggung-tanggung, aplikasi penyaing WhatsApp itu ditawar senilai Rp 200 miliar. Kendati demikian, Novy sapaan akrabnya dengan tegas menolak dan bertekad akan menjadikan Callind produk anak bangsa yang akan mendunia.

Callind sendiri merupakan aplikasi chatting yang memungkinkan pengguna melakukan chat privat, broadcast message, kirim foto, telepon, hingga video call. Bahkan kini, pengguna Callind dapat menikmati info lalu lintas dari sejumlah titik secara online. Sehingga pengguna dapat memantau arus lalu lintas melalui androidnya.

Kendati baru beberapa hari diluncurkan, Callind telah diunduh sekitar 350.000 pengguna. Bahkan si empunya mentargetkan satu tahun ke depan telah diunduh 10 juta dan tiga tahun mendatang mencapai 50 juta pengguna.

Novi menjelaskan, Callind memiliki kelebihan dibandingkan WhatsApp yakni dapat menemukan sesama pengguna dalam radius 100 kilometer kendati belum masuk kontak. Tidak hanya sekedar sarana komunikasi, Callind pun dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi dan pemasaran. Dengan demikian, pengguna dapat mempromosikan produknya secara gratis tanpa harus menyebarkan kiriman ke banyak grup.

"Hingga kini kami terus melakukan pengembangan kerja sama dengan sejumlah UMKM yang bergerak di bidang retail di daerah. Harapannya ke depan dapat bekerjasama dengan UMKM seluruh Indonesia," tuturnya, Senin (30/4/2018).

Novi Wahyuningsih ternyata tidak hanya sibuk mengembangkan perusahaan yang ia miliki. Ia pun kerap mondar-mandir ke sejumlah daerah di Indonesia untuk mengisi workshop maupun seminar. Seminar itu pun tidak hanya berskala daerah tetapi juga nasional maupun internasional.