Produk Kerajinan Karya Penyandang Disabilitas Tarik Perhatian Pengunjung Bumen Artklusif
Ekonomi

Produk Kerajinan Karya Penyandang Disabilitas Tarik Perhatian Pengunjung Bumen Artklusif

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Sejumlah karya seni dan kerajinan tangan keluarga penyandang disabilitas turut mewarnai pameran seni rupa Bumen Artklusif di Hotel Meotel, Jalan Ahmad Yani, Kebumen. Pemeran digelar oleh Komunitas Rumah Inklusif Kebumen yang bekerjasma dengan Anwar Musyadad, seniman dari Yogyakarta.

Dalam pameran seni rupa bertajuk Ngode yang digelar sejak tanggal 14 hingga tanggal 24 April itu,ikut dipajang sejumlah produk hasil karya anak penyandang disabilitas dan keluarganya. Karya unik dan menarik hasil karya anak penyandang disabilitas itu diantaranya, kain dan bantal batiklusif, lukisan, kerudung batiklusif, tempat pensil, celengan dan lampu berbahan dasar paralon bekas, tas batiklusif, tas rajutklusif, dan sejumlah karya unik lainnya.

Pernak pernik ini adalah karya asli hasil kerajinan tangan sejumlah anak penyandang disabilitas bersama keluarganya,” terang Ahmad Murtajib, salah satu panitia pameran, Minggu (15/04/2018).

Murtajib menuturkan, awalnya sejumlah penyandang disbilitas itu merasa tidak percaya diri dan minder saat hendak membuat suatu karya. Akan tetapi setelah mereka berusaha keras dan mau memoroduksi karya seni dan kerajinan tangan tersebut hasilnya ternya tak terduga, bagus dan punya karakter serta ciri khas tersendiri. 

Sejumlah karya keluarga difabel ini punya karakter dan ciri yang khas. Kelihatanya sih biasa-biasa saja, akan tetapi belum tentu semua orang bisa melakukannya,” ujar Murtajib.

Selama ini, lanjut Murtajib, dengan karakter dan ciri khasnya, produksi hasil karya seni dan kerajinan tangan dari keluarga difabel tersebut mulai banyak peminatnya. Tak hanya di Kebumen saja, hasil karya keluarga difabel tersebut sudah menjangkau pembeli dari beragam kota, seperti Jakarta, Yogyakarta dan sejumlah kota besar lainya.

Peminatnya banyak, mungkin karena punya daya khas dan karakteristik tersendiri. Saya sendiri heran, karya-karya keluarga difabel ini kok kini semakin banyak saja peminatnya, padahal produksinya masih sangat terbatas,” ungkapnya.