Seru !! Kenakan Daster, Bapak-bapak Ikut Lomba Memasak
Sosial

Seru !! Kenakan Daster, Bapak-bapak Ikut Lomba Memasak

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Menyambut Hari Kartini 21 April mendatang, warga RT 5 RW 4 Gang Sindoro 3 Kelurahan Gombong, Kecamatan Gombong, menggelar perlombaan menarik. Sekitar 25 bapak-bapak di lingkungan setempat mengikuti lomba memasak nasi goreng, sementara para ibu-ibu berlomba merias empon-empon, pada Sabtu (14/4/2018).

Uniknya, dalam memasak nasi goring ini para bapak-bapak mengenakan daster yang biasa dipakai istrinya. Saking susahnya, para bapak-bapak mesti dibantu istri masing-masing dalam mengenakan dasternya. Di samping itu, para peserta juga sempat didandani oleh sang istri dengan menggunakan bedak dan lipstik.

Berbekal bumbu dan peralatan serta waktu satu jam yang disediakan, mereka terlihat terampil dalam meramu bumbu menjadi nasi goreng nan lezat. Selesai masak, peserta pun merias masakan sebelum dihidangkan ke dewan juri. Lomba tersebut pun turut mengundang gelak tawa dari istri maupun anak-anak peserta. Selain mengabadikan foto, mereka juga memberikan semangat keluarga mereka.

Ketua Penyelenggara yang sekaligus Ibu RT setempat Dwi Anggraeni, mengatakan, momen Hari Kartini hendaknya dijadikan momentum untuk mengenang jasa RA Kartini. Dipilihnya lomba memasak bapak-bapak dengan daster agar merasakan tanggung jawab sebagai isteri. Agar suami lebih dapat menghargai tugas isteri di dapur karena tidak begitu mudah.

Lomba merangkai empon-empon untuk mengingatkan ibu-ibu bahwa selain berkarir tetap harus bertanggung jawab sebagai ibu rumah tangga salah satunya di dapur,” tuturnya di sela-sela acara.

 

Sementara itu, salah satu peserta lomba memasak Max Subiyantono mengakui, memasak bukanlah perkara yang mudah seperti yang ia bayangkan selama ini. Ia yang tidak terbiasa memasak bahkan mengaku sampai kelelahan untuk memasak nasi goreng. Kendati demikian, pihaknya tetap merasa senang dan gembira dengan lomba tersebut.

Untuk suami sebaiknya lebih menghargai isteri sebagai ibu rumah tangga karena memasak saja bukan perkara yang mudah,” ucapnya.

Selain rasa masakan, penilaian lomba memasak yang dilakukan tiga orang juri tersebut juga mengenai proses memasak, hasil masakan (hidangan), kebersihan dan kerapihan tempat. Sementara lomba merias empon-empon meliputi kesegaran dan macam empon-empon, kreativitas hasil rangkaian, dan kebersihan serta kerapihan riasan.

Dalam lomba tersebut, panitia mencari juara 1, 2, dan 3 untuk setiap cabang lomba. Mereka bakal mendapat hadiah khusus yang telah disiapkan panitia. Untuk menghindari kejenuhan penonton, panitia penyelenggara juga mempersiapkan puluhan doorprize untuk masyarakat yang menonton.