Terdakwa Pencemaran Nama Baik Anggota DPR Nilai Tuntutan Jaksa Tak Beralasan dan Imajinasi
Hukum & Kriminal

Terdakwa Pencemaran Nama Baik Anggota DPR Nilai Tuntutan Jaksa Tak Beralasan dan Imajinasi

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Tedakwa dugaan kasus pencemaran nama baik terhadap anggota DPR RI Darori Wonodipuro, Abdul Karnaen Mardjuned menilai tuntutan jaksa tidak beralasan dan hanya imajinasi semata. Hal itu disampaikan Penasihat Hukum terdakwa Anggoro Bekti Setyawan dan Achmad Beni Candra pada sidang lanjutan dengan agenda duplik atas replik penuntut umum, Jumat (13/4).

Menurut Anggoro, dalam repliknya jasa hanya menguraikan dalil-dalil yang bersifat Normative Retorik dan tidak didukung fakta-fakta hukum persidangan. Yang terlihat hanyalah faktanya jaksa penuntut umum hanya mencari-cari kesalahan untuk dapat menjerat terdakwa dalam perkara ini.

Mohon kepada majelis hakim dapat memberikan putusan dengan seadil-adilnya bagi terdakwa,” ungkapnya.

Tidak dibukanya flashdisk yang menjadi barang bukti oleh jaksa bertentangan dengan replik yang disampaikan jaksa. Apakah hal ini yang sejatinya dimaksud keterbukaan oleh penuntut umum. Tuntutan jaksa juga tampak hanya akal-akalan penuntut umum karena tidak didukung dengan fakta-fakta persidangan. 

Tuntutan penuntut umum hanya imajinasi belaka, seakan-akan dibayangi oleh sesuatu yang sangat menakutkan,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, JPU Gery Imantoro menegaskan, tuntutan terhadap telah sesuai dengan fakta-fakta persidangan. Seperti halnya terdakwa mengakui perbuatan dan mengakui kesalahan dengan cara meminta maaf kepada pelapor. Di samping itu, terkait flashdisk yang tidak dibuka hal tersebut sudah terwakili oleh print out komentar terdakwa.

Pasal 5 ayat (1) UU ITE mengatur bahwa Informasi Eletkronik dan/atau Dokumen Elektronik dan/atau hasil cetaknya merupakan alat bukti hukum yang sah,” jelasnya.

Majelis hakim yang memimpin sidang yakni Hakim Ketua Sapto Supriyono didampingi Hakim Firlando dan Agung Prasetyo menunda persidangan pekan depan. Rabu, 18 April 2018 besok terdakwa Abdul Karnaen Mardjuned yang juga Ketua KONI Kabupaten Kebumen bakal menerima vonis dari majelis hakim.

Seperti diberitakan sebelumnya, terdakwa pencemaran nama baik H Abdul Karnaen Mardjuned yang juga Ketua KONI Kabupaten Kebumen dituntut 20 bulan penjara oleh JPU. Menurut JPU, perbuatan terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur pada Pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.