Mendapat Penolakan, Ojek Online Minta Pemkab Lakukan Mediasi
Sosial

Mendapat Penolakan, Ojek Online Minta Pemkab Lakukan Mediasi

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Adanya penolakan kehadiran transportasi berbasis online yang dilakukan tukang becak, angkot dan ojek konvensional di Kecamatan Karanganyar ditanggapi santai oleh ojek online (ojol) Grab. Para Ojol menghormati aspirasi yang disampaikan ratusan orang dalam aksi unjuk rasa tersebut.

Salah satu Driver Grab, Teguh Purnomo mengatakan, dalam UU 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan baik ojol dan ojek konvensional tidak diatur sebagai angkutan umum. Artinya, kedua mode transportasi tersebut selama ini masih belum memiliki payung hukum yang jelas.

Jika akan mengatur, pemerintah perlu proaktif dengan membuat aturan agar tertampung,” ungkapnya saat ditemui di rumahnya, Kamis (12/4/2018).

Terkait tudingan bahwa ojol mengurangi rezeki transportasi konvensional, Teguh mengaku hal tersebut bisa benar ataupun tidak. Pasalnya, menjadi driver baik ojol ataupun trasportasi konvensional merupakan pilihan untuk mencari rezeki masing-masing. Sehingga, pemerintah daerah seharusnya dapat memfasilitasi semuanya. 

Penentuan tarif bukan keinginan driver ojol karena sudah ditentukan aplikasi,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk jumlah driver ojol di Kabupaten Kebumen mencapai 300 orang sejak pertama kali muncul September 2017. Mereka tersebar di tiga titik yakni Gombong, Kebumen dan Prembun. Menurutnya, untuk menghindari gesekan antara ojol dengan transportasi konvensional pemerintah perlu mediasi berbagai pihak terkait.

Pertemuan tersebut untuk mencari kesepahaman antara ojol, ojek konvensional, awak angkutan, polisi, Dishub dan pihak terkait ini,” tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, ratusan penarik ojek konvensional, sopir angkot dan penarik becak melakukan aksi penolakan kehadiran transportasi online di Stasiun Karanganyar, Rabu (11/4). Mereka berdalih, kehadiran transportasi online mengurangi pendapatan dibandingkan sebelumnya. Di samping itu, mereka juga menyesalkan karena membahayakan penumpang lantaran mengoperasikan handphone saat berkendara.