Kesal Tidak Diberi Uang Pulsa, Seorang Anak Nyaris Bunuh Ibu Kandung
Peristiwa

Kesal Tidak Diberi Uang Pulsa, Seorang Anak Nyaris Bunuh Ibu Kandung

Buluspesantren,(kebumen.sorot.co)--Entah apa yang terlintas di benak remaja berinsial HS (18), warga Pedukuhan Kinanti Utara, RT. 01/03 Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren. Ia nyaris membunuh ibu kandungnya sendiri, HL, karena kecal tidak diberi uang untuk membeli pulsa internet, pada Selasa (10/04) sore.

Menurut keterangan Ketua Karangtaruna Pedukuhan Kinanti Utara dan Selatan, Mohammad Mungalim, peristiwa tersebut terjadi sekitar puul 13.00 WIB, saat HS meminta uang kepada ibunya sebanyak Rp 400 ribu. HS akan menggunakan uang itu untuk membeli pulsa paket data internet. Namun karena tidak mempunyai uang sebanyak itu, ibunya hanya memberi sebanyak Rp 150 ribu.

Pelaku meminta uang Rp 400 ribu untuk membeli paket data internet. Saat itu ibunya hanya memegang uang sejumlah Rp 150 ribu. Itu saja uang hasil upah dari buruh tandurnya di sawah,” terang Mungalim kepada sorot.co, Rabu (11/04/2018) pagi.

Diduga karena kesal karena permintaannya tidak dituruti, pelaku kemudian marah-marah kepada ibunya dan mengambil sebilah pisau lalu mengancam hendak membunuh ibunya. Sang ibu yang ketakutan karena hendak dibunuh dan langsung berlari menyelamatkan diri ke rumah tetangga. Ia takut anaknya akan berbuat nekat sehingga ia tak berani pulang ke rumah. 

Pada sore harinya, sekitar pukul 15.00 WIB, pelaku datang menemui ibunya dan melakukan pemukulan. Tak lama setelah itu anggota Polsek Buluspesantren yang mendapat laporan dari warga datang ke lokasi kejadian untuk mencari pelaku. Polisi tidak mengamankan pelaku, polisi menyerahkan pelaku kepada masyarakat untuk diawasi,” paparnya.

Mungalim mengemukakan, pelaku sudah seringkali berbut kasar dengan memukuli ibunya saat meminta sesuati tetapi tidak diberikan oleh ibunya. Bukan tidak mau, tetapi ibunya yang hanya seoranhg buruh tenai sehingga memaksa ia tidak dapat menuruti semua permintaan anaknya. Bahkan, harta benda yang ada di dalam rumah sudah habis dijual untuk menuruti kemauan pelaku.

Perbuatannya sduah meresahkan dan masyarakat ikut prihatin dengan kelakuan HS terhadap ibunya karena pelaku seringkali memukuli ibunya. Harapan kami dari masyarakat, pelaku ditindak secara hukum. Ibunya yang menjadi korban juga sudah sangat marah dengan kelakuan pelaku, sementara ayah pelaku sudah meninggal,” imbuhnya.