Berpolitik di Pilgub Jateng, PCNU Kebumen Dinilai Lampaui Batas
Politik

Berpolitik di Pilgub Jateng, PCNU Kebumen Dinilai Lampaui Batas

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Kebumen dinilai melampaui batas sebagai ormas keagamaan terkait Pilgub Jateng 2018. PCNU bergerak melebihi organisasi politik yang semestinya. Para pengayom yang seharusnya menjadi imam yang paripurna, ternyata melebihi kasarnya dari para politikus.

Sangat berbahaya dan beresiko dalam proses Pilgub Jateng PCNU tidak berdiri tegak di tengah, karena paslon yang ada sekarang keduanya adalah kader NU. Terlebih ada pernyataan resmi dukungan terhadap salah satu paslon,” ungkap Gus Fachrudin Achmad didampingi adiknya Gus Hari Al-Hasani ketika diwawancarai di PonPes Al-Hasani Jatimulyo, Alian, Senin (12/3/2018).

Keputusan hasil rapat syuriah Tanfidziah PBNU KH Said Aqil Siradj jelas bahwa semua pengurus NU tidak boleh menggunakan atribut NU untuk kepentingan politik praktis dan ini menjadi aturan mutlak, tidak boleh ditawar. Selaku kader NU, ia sangat prihatin dan menyayangkan kondisi kepengurusan PCNU yang tidak mengindahkan amanah PBNU. 

Saya berharap agar NU dan Muhamadiyah yang merupakan ormas besar di Kabupaten Kebumen tetap independen dalam menyikapi pagelaran demokrasi pilgub 2018,” pintanya.

Menurut Gus Fakhru, biarkanlah masyarakat yang menentukan pilihan sendiri tanpa ada intimidasi dari pihak manapun. Jangan sampai pilgub dijadikan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab untuk memecah belah rakyat. Kelompok-kelompok elit PCNU tengah memanfaatkan momentum yang justru dengan sikap Ketua PCNU KH Maskur Rozaq akan menjadikannya dijauhi dari umat.

Mari kita bersama-sama mendidik umat dengan uswatun khasanah jangan malah sebaliknya, karena dengan ketidak netralan sikap dan tidak taatnya pada ketentuan organisasi akankah umat mau mendengarkan,” tuturnya.

Menurutnya, masih banyak yang perlu dikerjakan untuk mewujudkan kemaslahatan umat. Jangan sampai mempermainkan atau mengadu domba umat dengan pernyataan yang tidak sehat. Jangan sampai memlintir pernyataan ulama khos, pengasuh ponpes untuk kepentingan politik yang sebenarnya merupakan ajang mencerdaskan umat dalam demokrasi.

Masyarakat harus diajak senantiasa membangun kerukunan dalam perbedaan. Paslon jangan saling serang baik media online dengan berita-berita hoax maupun media lain dengan isu-isu yang saling menjatuhkan. Masyarakat jangan sampai terbawa isu yang bersifat ujaran kebencian, apalagi yang berkaitan dengan isu SARA,” tandasnya.