Buruh Migran Asal Kebumen Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia
Hukum & Kriminal

Buruh Migran Asal Kebumen Diduga Jadi Korban Perdagangan Manusia

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Salah satu warga Kabupaten Kebumen yang bekerja di Kuala Lumpur Malaysia diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Korban bernama Siti Hartati (29) warga Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar, bekerja sebagai tukang masak pada tempat makan di salah satu sekolah di Malaysia.

Putri ketiga dari pasangan Parisah dan Mad Wiarjo tersebut, bekerja di luar negeri sejak 2016 silam. Pihak keluarga pun tidak menyangka bahwa menjadi korban dugaan TPPO karena ketika berkomunikasi mengaku dalam keadaan baik-baik saja.

Koordinator Migrant Care Kebumen Syaiful Anas mengatakan, dugaan tersebut menguat dengan adanya perbedaan identitas korban dengan yang ada di data siskotkln BNP2TKI. Selain alamat tempat tinggal yang diduga dipalsukan, data kependudukan yakni NIK KTP dan nama orang tua korban juga berbeda dengan yang asli.

Kami sudah cek ke keluarga dan pihak desa, ternyata korban belum pernah pindah kependudukan yang berarti masih warga Kebumen,” ungkapnya, Jumat (2/3/2018).

Selain dugaan pemalsuan dokumen, lanjut Anas, Siti Hartati juga diduga menjadi korban penyekapan majikan. Selain itu, ada dugaan eksploitasi tenaga dimana korban bersama satu rekannya dari Nusa Tenggara Barat (NTB) harus bekerja sejak pukul 3 pagi hingga jam 7 malam. Usai bekerja, keduanya tidak diperkenankan keluar rumah oleh sang majikan. 

Informasi dari Tenaganita di Malaysia, sang majikan telah dipanggil pihak berwajib negara Malaysia untuk pemeriksaan. Sementara kedua korban saat ini ditampung di rumah aman milik pemerintah Malaysia,” katanya.

Anas berharap, dengan adanya dugaan pemalsuan dokumen tersebut maka segera diurus oleh pihak yang berwenang. Menurutnya, hal ini penting menjadi pembelajaran bersama agar lebih teliti sebelum berangkat ke luar negeri. Ia juga berharap dinas terkait lebih maksimal dalam rangka sosialisasi kepada masyarakat agar kejadian serupa tidak terulang.

Meskipun korban berangkat dari luar Kebumen, Pemkab harus ikut menangani hal ini karena merupakan warga Kebumen,” tandasnya.