Berkas Kasus Korupsi Lengkap, Kades Candirenggo Ditahan Kejaksaan
Hukum & Kriminal

Berkas Kasus Korupsi Lengkap, Kades Candirenggo Ditahan Kejaksaan

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Kades Candirenggo Kecamatan Ayah AW (48) yang berstatus tersangka akhirnya resmi ditahan oleh Kejaksaan Negeri Kebumen setelah berkas perkara dugaan tindak pidana korupsi dinyatakan lengkap atau P 21. AW akan menjalani tahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Kebumen sembari JPU mempersiapkan administrasi untuk dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Semarang.

AW diduga melakukan korupsi anggaran Desa Candirenggo tahun 2015 dan 2016 pada sejumlah penerimaan dan proyek pembangunan di desa setempat. Di antaranya, pembangunan jalan desa, saluran irigasi tersier, penerimaan bengkok tanah eks sekdes, kompensasi PDAM Tirta Bumi Sentosa, dan dana KPMD bantuan Pemprov. Ia disangka pasal 2 subsidair 3 UU 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara dan denda maksimal 1 miliar.

Sesuai hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan perwakilan Provinsi Jateng, kerugian yang disebabkan tersangka mencapai Rp 129 juta,” ungkap JPU Arif Wibisono, Kamis (1/3).

Dijelaskan Arif, untuk perkara AW tim JPU terdiri empat jaksa yaitu Pramono Budi Santoso, Arif Wibisono, Gery Imantoro dan Himawan. Sedangkan barang bukti yang diserahkan penyidik Polres Kebumen ke penuntut umum yakni surat maupun dokumen yang berkaitan dengan perkara dan uang Rp 13,5 juta milik para saksi dari tersangka. 

Pihaknya menghimbau agar para kepala desa untuk melaksanakan pemerintahan dengan mentaati peraturan perundang-undnagan yang ada.

Gunakan dana desa dengan sebaik-baiknya sesuai dengan SOP dan jangan sampai melakukan tindak pidana korupsi,” imbaunya.

Sementara itu, Kades Candirenggo AW saat ditemui sorot.co mengungkapkan, kejadian yang menimpanya merupakan resiko jabatan dan berkaitan erat dengan unsur politik usai pilkades. Pelapor yang disebutnya rival politik tersebut hanya mencermati perilaku penyelenggara desa bukan pembangunan.

AW sendiri pun mengaku persoalan yang menderanya saat ini dapat menimpa siapapun. Ia mengklaim, semua upaya yang telah dilakukannya adalah bertujuan membangun desa demi kesejahteraan masyarakat. Persoalan tersebut juga erat kaitannya dengan keterbatasan SDM yang masih minim dalam rangka mengelola dana desa yang begitu melimpah.

Saya mengimbau rekan kades lain berhati-hati terkait politik di desa dengan kesiapan Pilkades 2019,” tandasnya.