KSPSI Sebut Pemkab Beri Contoh Buruk Soal Pengupahan
Peristiwa

KSPSI Sebut Pemkab Beri Contoh Buruk Soal Pengupahan

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Dewan Pimpinan Cabang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (DPC KSPSI) Kebumen menilai, Pemkab Kebumen belum mampu memberi contoh yang baik terkait pengupahan pekerja. Bukannya memperjuangkan implementasi UMK, pemerintah justru berencana memberikan gaji tenaga pendamping pertanian pada Dinas Pertanian dan Pangan (Distapang) di bawah UMK.

Ketua KSPSI Kebumen Akif Fatwal Amin mempertanyakan ditetapkannya UMK khususnya di Kebumen. Di tengah buruh yang mengharapkan upah sesuai UMK, namun pemerintah sendiri justru tidak melakukannya terhadap calon pegawai pendamping di Distapang. Kebijakan tersebut menjadi hal buruk bagi implementasi UMK Kebumen yang terus diperjuangkan para buruh selama ini.

Dengan mematok gaji di bawah UMK terhadap lowongan kerja calon Tenaga Pendamping Pertanian non ASN, maka jelas Pemkab Kebumen telah memberikan contoh yang sangat buruk dalam implementasi UMK di Kebumen,” ungkapnya, dihubungi Selasa (13/2/2018).

Akif menjelaskan, apabila Pemkab Kebumen memang tidak mampu untuk memberikan upah minimal sesuai UMK, jumlah formasi yang diterima seharusnya dikurangi. Hal tersebut pula diberlakukan pada perusahaan di Kebumen yang belum dapat memberikan gaji sesuai UMK. 

Dengan perampingan formasi itu, maka gaji yang diperoleh dapat sesuai UMK,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan, gaji yang belum sesuai UMK ini pula yang menjadi penyebab utama Kabupaten Kebumen menjadi kabupaten termiskin nomor dua di Jawa Tengah. Hal itu disebabkan karena kemiskinan erat kaitannya dengan UMK yang diperoleh para pekerja. Dengan upah di bawah UMK, maka pekerja tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup layak.

Untuk Tenaga Pendamping Pertanian, Pemkab seperti tidak menghargai orang yang berilmu atau berpendidikan. Masa lulusan D3 dan S1 gajinya kalah banyak dengan juru parkir. Jika sudah demikian maka sebaiknya masyarakat tidak usah mengikuti loker (lowongan kerja) tersebut,” tandasnya.

Sebelumnya, Distapang Kabupaten Kebumen mengadakan seleksi calon tenaga pendamping pertanian non Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun 2018. Penerimaan sebanyak 68 formasi dilakukan guna mendukung program pengentasan kemiskinan yang digagas Bupati Kebumen Mohammad Yahya pada bidang pertanian dan peternakan.