Peternak Mulai Lirik Budidaya Lele Sistem Bioflok
Ekonomi

Peternak Mulai Lirik Budidaya Lele Sistem Bioflok

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Peternak ikan lele di Kabupaten Kebumen mulai melirik budidaya sistem bioflok. Bukan tanpa alasan, selama ini pembudidayaan ikan lele kerap terkendala pakan. Dengan pakan yang berkualitas memiliki harga mahal sehingga secara perhitungan merugikan. 

Selain menekan biaya pakan, ternak sistem bioflok juga mampu meningkatkan kekebalan ikan lele. Sistem bioflok dapat membuat pertumbuhan ikan lele merata sehingga tidak ada yang terlalu besar ataupun sebaliknya. Meskipun dibeberapa tempat telah banyak digunakan, tetapi di Kebumen sistem ini baru dilirik. 

Pembudidaya ikan lele yang telah menerapkan bioflok yaitu Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Pesona di RT 3 RW 2 Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian. Ketua Pokdakan Mina Pesona, Wachidun Kusniyanto (44) mengatakan, sistem bioflok bermakna sebagai bahan organik hidup yang menyatu menjadi gumpalan-gumpalan.

Yakni memanfaatkan mikroorganisme untuk mengolah limbah budidaya lele itu sendiri. Limbah akan menjadi gumpalan-gumpalan kecil atau yang disebut dengan flok. Gumpalan tersebut terdiri dari berbagai mikroorganisme air yang akan menjadi makanan alami bagi ikan lele. 

"Penumbuhan mikroorganisme dengan cara memberikan kultur bakteri dan memasang aeratoer yang akan menyuplai oksigen serta mengaduk kolam. Dalam hal ini merubah limbah ternak lele menjadi pakan," katanya, Rabu (10/1/2018).

Dijelaskannya, membuat sistem bioflok untuk budidaya lele cukup mudah yakni menggunakan kolam bundar dengan diameter 2 meter dan tinggi 110 centimeter. Dengan sistem tersebut, sangat menghemat air, hemat lokasi, praktis, padat tebar tinggi. Meskipun terkesan kecil, namun daya tampung kolam cukup banyak yaitu sekitar 2.000 sampai 3.000 ekor. 

"Terobosan-terobosan budidaya akan terus dilakukan demi meningkatkan penghasilan peternak khususnya ikan lele," katanya.