Pedagang Tolak Rencana Kenaikan Retribusi Pasar 1.000 Persen
Ekonomi

Pedagang Tolak Rencana Kenaikan Retribusi Pasar 1.000 Persen

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Pedagang pasar tradisional di Kabupaten Kebumen menyatakan keberatannya atas rencana kenaikan retribusi pelayanan pasar yang mencapai 1000 persen. Kenaikan tersebut dirasa terlalu memberatkan pedagang jika dibandingkan dengan kondisi keramaian pasar saat ini.

Pedagang memberikan opsi bahwa kenaikan berkisar 10 persen hingga 100 persen dari tarif retribusi sebelumnya. Seperti yang disampaikan perwakilan pedagang Pasar Tumenggungan yang meminta kenaikan retribusi kios sebesar 100 persen dan los 20 persen dari sebelumnya.

Hal itu mengemuka saat Rapat Dengar Pendapat Pansus I dan II DPRD Kebumen, Selasa (9/1/2018). Rapat yang dibuka Wakil Ketua DPRD Miftakhul Ulum yang didampingi Ketua Pansus I Suhartono dan Ketua Pansus II Aksin serta para anggota pansus. Hadir pada kesempatan itu himpunan pedagang, LSM, perguruan tinggi, dan organisasi kepemudaan.

Ketua Pansus I Aksin mengatakan, selain menaikkan retribusi kepada pedagang dinas juga diminta untuk memperbaiki infrastruktur pasar. Pasalnya, pihaknya telah melakukan tinjauan lapangan dan mendapati keluhan bahwa pasar sepi. Ia pun meminta agar ada imbauan bagi ASN untuk berbelanja di pasar tradisional.

"Pada dasarnya saya setuju penyesuaian tarif, tetapi diimbangi dengan perbaikan infrastruktur pasar," katanya.

Sementara itu, Ketua PMII Kebumen, Solikhan mengaku sangat menyayangkan atas rencana kenaikan tarif retribusi. Dengan angka tersebut, pasti akan sangat memberatkan pedagang pasar tradisional. Menurutnya, seyogyanya dinas menerapkan kenaikan tarif retribusi secara bertahap dan memperhatikan skala prioritas.  

"Jika direalisasikan, pedagang tidak akan keberatan untuk kenaikan selanjutnya. Kami juga mendukung adanya tarikan retribusi menggunakan sistem e-retribusi agar transparan dan menghindari pungutan liar," tandasnya.