Merasa Ditipu, Bapak Ini Laporkan Anaknya ke Polisi
Hukum & Kriminal

Merasa Ditipu, Bapak Ini Laporkan Anaknya ke Polisi

Sadang,(kebumen.sorot.co)--Lantaran terlilit hutang yang menumpuk, seorang anak asal Desa Pucangan, Kecamatan Sadang nekat menggelapkan kendaraan truk milik bapaknya sendiri. Polisi sudah menetapkan A (30), asal Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam sebagai tersangka dalam kasus penggelapan itu.

Kapolsek Sadang, AKP Fadholi mengungkapkan, peristiwa penggelapan truk tersebut berawal sejak Oktober 2017, saat pelaku bersama dengan temannya datang ke rumah Sarwanto, ayah A.

"Teman tersangka yang datang bersamannya tersebut mengaku sebagai calon pembeli truk bapaknya. Saat itu harga jadi yang disepakati sebesar Rp 40 juta, namun calon pembeli itu minta untuk dimutasikan ke Kebumen," jelas Fadholi, Selasa (21/11/2017).

Setelah harga jadi, kata Fadholi, akhirnya kendaraan truk tersebut dibawa tersangka dengan alasan untuk diurus mutasi kendarannya. Beberapa hari kemudian, tersangka datang ke bapaknya lagi untuk meminta BPKB sebagai syarat mutasi, namun setelah ditunggu beberapa hari kemudian anak beserta kendaraan truk miliknya menghilang tak ada kabar. 

"Mungkin karena rasa kecewa itulah, orang tua tidak mau mencabut kasusnya. Ini termasuk delik aduan. Kasus bisa dicabut sebelum proses sidang," paparnya.

Fadholi mengungkapkan, kasus tersebut kini tengah ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Sadang dan masih terus bergulir ke ranah hukum.

"Kita tindak lanjuti laporan bapak terhadap anaknya ini. Tersangka masih kami periksa," terangnya.

Fadholi memaparkan, pihaknya kini juga telah mengamankan barang bukti berupa kendaraan truk milik Sarwanto yang digelapkan oleh anak kandungnya sendiri.

"Bukan hanya kali ini saja, lanjut Fadholi, tersangka ternyata juga sering berulah. Di mata keluarganya tersangka sendiri bukan termasuk anak yang penurut. Tersangka sudah menikah dan tinggal di Desa Kebakalan, Kecamatan Karanggayam bersama isteri dan dua anaknya," kisahnya.

Fadholi menambahkan, tersangka dijerat dengan Pasal 372 KUH Pidana. Kepada polisi, tersangka mengaku terlilit hutang yang cukup banyak.