Temukan Pekerjaan Proyek Asal-asalan, Dewan Geram
Peristiwa

Temukan Pekerjaan Proyek Asal-asalan, Dewan Geram

Kutowinangun,(kebumen.sorot.co)--Komisi D DPRD Kebumen merasa geram atas pelaksanaan proyek pembangunan di sejumlah daerah di Kebumen. Hal itu lantaran, pelaksanaan pembangunan oleh pemborong tersebut dinilainya tidak sesuai dengan spek standar yang ada. Hal itu dijumpai saat Komisi D melakukan tinjauan lapangan di jalan raya Demangsari- Logending, pelebaran jalan di Prembun dan pembangunan Pasar Ungaran.

Pada proyek betonisasi jalan Demangsari-Logending Kecamatan Ayah, komisi D menjumpai pekerjaan betonisasi yang tidak sesuai spek atau standar. Akibat selasar (urug) terlalu tinggi, maka membuat ketebalan beton yang seharusnya 25 cm menjadi hanya 18 centimeter.

"Padahal jalan itu juga dilalui kendaraan proyek maka harus dijaga tonasenya agar tidak mudah rusak," kata Akhmad Khaeroni, salah satu anggota Komisi D.

Sementara Ketua Komisi D Sarimun menilai, proyek pelebaran jalan di Kecamatan Prembun untuk pengerukan tanah terlalu dangkal yaitu hanya 18 cm. Untuk memastikan, ia pun bersama salah satu pekerja mengukur sendiri kedalaman pengerukan tanah menggunakan meteran.  

Hal yang sama juga dijumpai di Pasar Ungaran, Kutowinangun. Pengerjaan proyek senilai Rp 1,8 miliar tersebut dinilai tidak sesuai standar. Di samping komposisi adukan 1 banding 10 dimana seharusnya 1 banding 6, beberapa bangunan terutama talang juga tidak standar. Selain itu, dengan tenggang waktu hingga 1 Desember 2017, ia meminta pelaksana Pasar Ungaran untuk mempercepat pengerjaan agar tidak molor. 

"Kami berharap pelaksana proyek mengerjakannya jangan hanya asal-asalan namun sesuai dengan spek yang telah ditentukan," tegas Sarimun.