Acara Cicipi Citarasa Kopi Kebumen Diikuti Puluhan Pegiat dan Penikmat Kopi
Komunitas

Acara Cicipi Citarasa Kopi Kebumen Diikuti Puluhan Pegiat dan Penikmat Kopi

Gombong,(kebumen.sorot.co)--Komunitas Kebumen Mengopi (KKM) menggelar acara sarasehan kopi di Roemah Martha Tilaar,  Gombong, Senin (11/09) malam. Dalam sarasehan tersebut KKM juga mengagas sesi acara cupping atau mencicipi citarasa kopi khas Kebumen.

Cupping atau mencicipi citarasa kopi khas Kebumen kali ini menghadirkan dua produk kopi khas dari dua wilayah yang ada di Kebumen, yakni produk kopi dari Kecamatan Puring dan Kecamatan Sempor. Acara tersebut dihadiri oleh sedikitnya 50 orang pegiat kopi Kebumen mulai dari petani, penyuluh pertanian, pelaku usaha kuliner, unsur pemerintah hingga para penikmat kopi dari berbagai macam daerah.

Salah satu pendiri Komunitas Kebumen Mengopi, Tetuko Wahyu Sayekti mengungkapkan bahwa visi dari Kebumen Mengopi adalah menjadi mitra bagi para pelaku dunia kopi Kebumen dalam mengembangkan potensi kopi lokal.

Komunitas ini sangat terbuka bagi siapapun yang memiliki kepedulian untuk mengembangkan potensi Kopi Kebumen. Sebagai awal kami sangat bersyukur bahwa para pelaku usaha kopi Kebumen bersedia untuk menjalin jejaring demi kemajuan kopi Kebumen,” jelas Tetuko.

Menurutnya, meskipun kapasitas panen kopi Kebumen masih sangat terbatas namun potensi kedepan masih sangat besar untuk ditingkatkan.

Hal tersebut dapat diwujudkan salah satunya yakni dengan menjadikan kopi sebagai tanaman sela pada lahan Perhutani yang sangat luas di Kebumen ini,” paparnya.

Fery Koc, penggiat kopi dari Yogyakarta mengajak peserta untuk melakukan analisa rasa terhadap kopi Puring dan Sempor yang dibeli langsung dari para petani setempat.

Dari hasil uji cicip tersebut masih tampak beberapa kelemahan, antara lain belum adanya proses sortir ukuran biji, cara sangrai biji kopi yang belum sempurna serta aroma tanah yang cukup kuat karena proses pengeringan yang kurang tepat,” jelas Fery.

Terlepas dari kekurangan yang ada, lanjut Fery, dirinya yakin bahwa kopi Kebumen memiliki potensi besar untuk diterima di pasar yang lebih luas dengan syarat para petani memiliki kemauan dan kemampuan untuk melakukan pengolah kopi dengan baik dan benar.

Syarifudin, salah satu penyuluh pertanian asal Kecamatan Karanganyar menyampaikan bagaimana melakukan teknik pemeliharaan tanaman kopi yang baik dan benar.

Kualitas kopi tidak bisa lepas dari proses penanaman dan pemeliharaannya. Kalau selama ini di wilayah Kebumen kopi masih dipandang sebagai tanaman sekunder yang tidak membutuhkan perhatian khusus, sudah saatnya pola pikir ini kita ubah demi munculnya kopi Kebumen yang berkualitas,” ujar Syarif.

Parjiman, salah satu petani kopi asal Kecamatan Puring mengungkapkan, dirinya bersama para petani kopi didaerahnya berencana untuk membuka warung kopi di obyek wisata yang ada di daerahnya.

Pertemuan seperti ini memberi kesempatan bagi kami untuk belajar banyak tentang cara membuka warung kopi yang baik dan benar. Kami ingin bisa menampilkan kopi lokal namun dengan cara pengolahan dan penyajian yang tidak kalah dengan restoran besar,” kata Parjiman.