Polisi: Banyak Laporan Wuwuran, Alat Bukti Tidak Kuat
Hukum & Kriminal

Polisi: Banyak Laporan Wuwuran, Alat Bukti Tidak Kuat

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Adanya dugaan praktik wuwuran pada Pilkades Desa Jatisari Kecamatan Kebumen 6 September kemarin membuat kaget semua pihak. Kejadian tersebut mengingatkan pada acara pemeriksaan (klarifikasi) dua calon kepala desa Desa Sidogede Kecamatan Prembun beberapa hari sebelum Pilkades digelar. 

Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti melalui Kasubag Humas AKP Willy Budiyanto mengungkapkan, pihaknya mengakui bahwa ada sejumlah laporan terkait adanya dugaan wuwuran dalam Pilkades kemarin. Namun demikian, laporan tersebut tanpa disertai alat bukti yang kuat alias lemah.

Dijelaskannya, barang bukti uang dan keterangan saksi-saksi saja tidaklah cukup kuat menjadi alat bukti. Menurutnya, pembuktian dengan BB uang sangatlah sulit kecuali terjadi operasi tangkap tangan (OTT) pada saat proses money politic atau wuwuran berlangsung. Dalam kasus wuwuran, baik pemberi maupun penerima sama-sama terancam sanksi hukum.

Atau jika ada bukti rekaman video yang menggambarkan terjadinya wuwuran. Itu alat bukti yang cukup kuat,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mahrup calon kepala Desa Jatisari Kecamatan Kebumen mengaku menemukan bukti bahwa terjadi praktik wuwuran Pilkades di desanya, Minggu (10/09/2017). Dalam BB tersebut, tertera uang Rp 25 ribu disertai dengan pernyataan di atas materai dari penerima uang. 

Adanya dugaan praktik wuwuran tersebut, sangat bertolak belakang dengan apa yang disampaikan Bupati Kebumen Mohammad Yahya Fuad. Bupati mengklaim, Pilkades tahun ini berjalan dengan bersih tanpa money politic. Pada kesempatan lain, Kabag Tapem Asep Nurdiana menegaskan agar dugaan tersebut dilaporkan kepada Muspika Kecamatan setempat disertai alat bukti untuk proses penyelidikan.