Wuwuran Masih Ada, Cara Bungkusnya yang Beda
Pemerintahan

Wuwuran Masih Ada, Cara Bungkusnya yang Beda

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Pagelaran Pilkades serentak 49 desa di Kabupaten Kabupaten berjalan aman dan lancar, Rabu (06/09/2017) kemarin. Bahkan, tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkades tanpa wuwuran itu pun cukup memuaskan yaitu 66,57 persen.

Namun demikian, Pilkades kali ini bukan tanpa kendala. Beberapa hari menjelang pemilihan, dua calon kepala desa diperiksa (klarifikasi) Satuan Reskrim Polres Kebumen atas dugaan politik uang.

Pakar hukum asal Kebumen, M. Khambali mengungkapkan, pada Pilkades kali ini masih tidak luput dari kecurangan dan money politic. Menurut pengamatannya, pola yang digunakan kali ini lebih tersembunyi, halus dan tidak terang-terangan seperti dulu. Ia menyebut, ‘tuyul-tuyul’ dalam Pilkades kemarin masih tetap ada.

Kecurangan masih ada, mulai dari DPT, intimidasi, bujuk rayu, sogok. Kalau masalah wuwuran ril di lapangan masih ada, hanya dalam bungkus dan cara yang berbeda,” ungkapnya, Kamis (07/09/2017).

Ia menilai, Pilkades bersih tanpa wuwuran belum bisa dikatakan sukses. Namun demikian, ia memaklumi karena baru kali ini perintah tegas pilkades tanpa wuwuran. Ia mengapresiasi gebrakan Bupati Mohammad Yahya Fuad yang berani tegas mencanangkan Pilkades tanpa wuwuran. Ia berharap, pilkades dan pemilu lain ke depan berjalan sesuai harapan Bupati yaitu tanpa wuwuran, no korupsi, no upeti.

Saya yakin ke depan rakyat tahu bahwa menerima wuwuran banyak ruginya, apalagi money politic merupakan tindak pidana berat. Tugas pemerintah selanjutnya adalah mendidik agar rakyat cerdas dalam menggunakan hak politiknya sebagai warga negara,” tandas Dosen Universitas Cokroaminoto itu.