Nyetrum Ikan, Pemuda Pondokgebangsari Ditemukan Tak Bernyawa
Peristiwa

Nyetrum Ikan, Pemuda Pondokgebangsari Ditemukan Tak Bernyawa

Kuwarasan,(kebumen.sorot.co)--Salah satu pemuda warga Desa Pondokgebangsari, Kecamatan Kuwarasan, Miftakhurrohman (21) ditemukan tak bernyawa di Sungai Karangmalang, desa setempat,  Jumat (24/06/2022).

Kepada sorot.co, Kapolres Kebumen AKBP Burhanuddin melalui Kasubsi Penmas Aiptu S Catur Nugraha menuturkan, korban pertama kali ditemukan oleh salah satu warga setempat saat bersepeda di sekitar sungai sekira pukul 05.30 WIB pagi tadi.

Awalnya salah satu saksi melihat korban sudah tergeletak dengan posisi tengkurap di aliran sungai. Tak jauh dari tubuh korban ditemukan mesin setrum ikan lengkap dengan accu yang dirakit,” jelas Catur. 

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh jajaran Polsek Kuwarasan, kata Catur, diduga korban tersetrum listrik dari alat yang dibawanya. Keterangan tersebut diperkuat dari hasil pemeriksaan tim medis dari bidan desa setempat yang juga ikut memeriksa korban.  

Selain dilarang karena melanggar Undang-Undang, penggunaan alat setrum untuk menangkap ikan juga berbahaya dan berakibat fatal,” katanya. 

Lanjut Catur, larangan menggunakan setrum dalam menangkap ikan tertuang dalam Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, Pasal 9 ayat (1) UU No. 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. 

Dalam pasal tersebut disebutkan, Setiap orang dilarang melakukan penangkapan ikan dan/atau pembudidayaan ikan dengan menggunakan bahan kimia, bahan biologis, bahan peledak, alat dan/atau cara, dan/atau bangunan yang dapat merugikan dan/atau membahayakan kelestarian sumber daya ikan dan/atau lingkungannya di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia.

Kita imbau agar warga masyarakatnya menghentikan penggunaan alat setrum saat menangkap ikan. Jika ditemui ada warga yang melakukan tangkap ikan menggunakan alat setrum agar segera dilaporkan ke kantor polisi terdekat,” pungkasnya.