<p>Penetapan Satu Harga Minyak, Pedagang Pasar Terkena Imbas </p>
Ekonomi

Penetapan Satu Harga Minyak, Pedagang Pasar Terkena Imbas

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Kebijakan penetapan satu harga untuk minyak goreng kemasan berimbas. Imbas ini berkaitan masih adanya perbedaan harga di pasaran. Salah satu imbas nyata dirasakan pedagang pasar tradisional.

Seperti diketahui, Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menetapkan kebijakan satu harga minyak goreng dengan harga setara Rp 14.000 per liter. Kebijakan yang ditujukan untuk rumah tangga dan usaha mikro dan kecil, disalurkan melalui ritel modern.

Namun demikian, para pedagang pasar tradisional khususnya yang menyediakan minyak turut terimbas. Harga minyak goreng yang tak kunjung turun. Harga minyak goreng kemasan di pasar saat ini berkisar Rp 19.000 hingga Rp 21.500.

Salah satu pedagang sembako di Pasar Tumenggungan, Umi Solikhah mengatakan kenaikan harga minyak terjadi sudah sekitar lima bulan dari yang awalnya harga berkisar Rp 12.000 perliternya. Namun saat ini berkisar Rp 19.000 hingga Rp 21.500 perliternya.

"Saat ini harga disini masih tinggi. Sudah lama sebelum natal dan tahun baru, dari harga normalnya itu sekitar Rp 11.500 hingga Rp 12.500," ucap Umi.

Umi juga mengeluhkan adanya program pemerintah satu harga di toko modern yaitu Rp14.000 perliternya. Ia mengaku banyak pelanggannya yang membandingakan antara harga di pasar tradisional dan toko modern. 

"Memang yang di toko modern sama minimarket harganya turun, tapi disini harga jual masih tinggi karena kita belinya harganya juga masih tinggi," imbuhnya.

Sementara itu Lastri (35) salah satu pengunjung Pasar Tumenggungan Kebumen juga mengeluhkan harga minyak goreng yang tak kunjung turun di pasar. Ia yang kesehariannya sebagai penjual gorengan terpaksa harus menaikan harga agar penjualannya tetap berjalan.

"Rasanya mengeluh, jual dagangannya serba bingung. Kalau dinaikin pelanggan pada komen kalau harga murah ga ketemu saya. Biasanya gorengan per biji seribu sekarang ga bisa, sekarang Rp 3.000 dapat 2," jelas Lastri.

Lebih jauh Lastri mengatakan adanya harga minyak goreng yang mahal dirasakan sangat membebani dan mengurangi sedikit hasil penjualannya. Ia berharap agar harga minyak goreng bisa stabil kembali.

"Harapannya semoga harga minyak goreng bisa turun kasian masyarakat kecil," pungkasnya.