<p>Patroli Gunakan Kamera Portable, Satlantas Garuk Ratusan Knalpot Brong</p>
Hukum & Kriminal

Patroli Gunakan Kamera Portable, Satlantas Garuk Ratusan Knalpot Brong

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Jajaran Satlantas Polres Kebumen mengamankan dan menindak sedikitnya 258 pelanggaran penggunaan knalpot bersuara bising dalam kurun waktu kurang dari satu bulan, yakni sejak tanggal 5-25 Januari 2022.

Hal itu disampaikan Kapolres Kebumen AKBP Piter Yanottama saat menggelar Konferensi Pers di Mapolres Kebumen, Selasa (25/01) siang tadi. Kapolres mengungkapkan, penindakan tersebut dilakukan dengan menerapkan hunting system melalui patroli petugas yang berbekal Kamera Portable Penindakan Kendaraan Bermotor atau yang disingkat (KOPEK).

Penindakan knalpot brong bermula dari keluhan masyarakat terhadap bisingnya suara yang dihasilkan oleh knalpot yang tidak sesuai standar pabrik yang menyebabkan ketidaknyamanan dan ketertiban pengguna jalan dan masyarakat pada umumnya. Penindakan itu juga didorong oleh instruksi Kapolda Jateng agar Jateng zero knalpot brong.

"Masing-masing pengguna jalan punya hak, tetapi jangan lupa, ada hak pengguna jalan lain, ada hak masyarakat lain yang juga harus kita perhatikan," tegas Piter didampingi Wakapolres Kebumen Kompol Edi Wibowo.

Adanya penggunaan knalpot bising atau yang sering disebut dengan knalpot brong ini, jelas Piter, berpotensi mengganggu hak pengguna jalan lain serta hak masyarakat pada umumnya. Adanya penggunaan knalpot brong berpotensi mengganggu Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). 

"Oleh karena itu, kami berharap kegiatan ini dapat optimal," ucapnya.

Lebih lanjut, Kapolres menuturkan, penggunaan knalpot brong atau knalpot yang tidak sesuai dengan standar pabrik itu melanggar Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan. Tak hanya itu, penggunaan knalpot bersuara bising itu juga melanggar Peraturan Menteri Lingkungan Hidup nomor 7 tahun 2009.

"Tingkatan kebisingan untuk motor kapasitas 80cc hingga 175cc adalah maksimal 83 Decibel dan di atas 175cc maksimal 80 Decibel. Lebih dari angka tersebut merupakan pelanggaran. Sedangkan knalpot brong yang kita amankan ini semua melanggar ketentuan tersebut," terangnya.

Sebelum dilakukan penindakan kepada para pelanggar, sambung Piter, pihaknya telah melakukan kegiatan preemtif dan preventif dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak menggunakan knalpot brong untuk keseharian.

"Knalpot brong yang ditampilkan saat konferensi pers ini merupakan penyerahan masyarakat saat tertangkap tangan melakukan pelanggaran. Knalpot tersebut diserahkan setelah masyarakat menandatangani berita acara penyerahan serta berjanji untuk tidak kembali memasang knalpot brong," paparnya.

Piter menambahkan, ratusan knalpot itu untuk selanjutnya akan dimusnahkan Polres Kebumen sebagai komitmen mendukung program Jateng Zero Knalpot Brong. Untuk knalpot custom sendiri, imbuh Kapolres, diperbolehkan selama masih sesuai dengan aturan dan ketentuan standar yang ada.

"Boleh itu (knalpot custom), selama tingkat kebisingannya dibawah standar yang ada. Dibawah 80 (decibel) itu memang soft banget. Ya, kenapa itu jadi tandar," ucapnya.

Upaya sekaligus langkah penindakan para pengguna knalpot brong tersebut juga mendapat dukungan langsung dari sejumlah komunitas motor, diantaranya, yakni Paguyuban King Walet Kebumen (PKWK) yang mewadahi 10 klub motor RX King diwilayah Kabupaten Kebumen dengan kurang lebih 700 anggota didalamnya.

Penasehat PKWK Jami Wahyudi menegaskan, pihaknya akan menegur tegas anggotanya dan menyerahkan sepenuhnya kepada kepolisian untuk memproses secara hukum jika kedapatan mengenakan knalpot brong.

"Anggota besok akan saya kumpulkan, lalu akan saya kasih arahan, imbauan, untuk memakai knalpot yang standar," ujar Jami yang juga hadir saat Konferensi Pers digelar.