<p>Petani Setrojenar Budidayakan Tomat Organik</p>
Ekonomi

Petani Setrojenar Budidayakan Tomat Organik

Kebumen,(kebumen.sorot.co)--Keterbatasan pupuk kimia bersubsidi tidak lantas menyurutkan semangat para petani. Keterbatasan yang dikombinasikan dengan tekad kuat, nyatanya dapat membuat perubahan luar biasa. Seperti petani di Desa Setrojenar yang kini berhasil membudidayakan tanaman dengan pupuk organik.

Pupuk organik sendiri dinilai lebih efisien dan murah dibandingkan membeli pupuk kimia. Disisi lain, manfaat yang diperoleh cukup besar yakni untuk mengembalikan unsur hara tanah.

Salah satu petani yang mencoba peruntungan dengan pupuk organik adalah Imam Zuhdi. Ia mulai menggunakan pupuk organik untuk merawat 1500 batang tanaman tomat. Hingga kini, tanaman yang berada di dekat pesisir selatan itu pun tumbuh subur.

"Bahan baku pupuk organik seperti limbah kotoran kotoran sapi, yang kemudian diolah menjadi pupuk kompos disini banyak," ujarnya, Jumat (1/10/2021).

Imam menyebut, dengan menggunakan pupuk kompos tanaman tomatnya bisa tumbuh subur dan hasil panennya pun melimpah. Disamping itu, rasa tomat yang dihasilkan diklaimnya lebih manis dan segar, terlebih jika dipetik dari pohonnya langsung. 

"Hasilnya sangat bagus dan bisa menghemat pengeluaran hingga 50 persen dengan pupuk kompos ini," imbuhnya.

Dijelaskan Imam, terdapat beberapa keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan pupuk organik. Seperti pemupukan dapat dilakukan kapan saja, tidak memiliki efek samping, bahkan menjadikan tanahnya menjadi lebih gembur.

Dengan demikian, ia pun mengajak para petani agar beralih ke pupuk organik. Apalagi sebagian besar petani di desanya memiliki hewan ternak. Ia juga berharap agar pertanian organik bisa semakin maju dan diminati oleh generasi muda.

"Dari alam kembali ke alam. Contohnya saja kita memelihara sapi kotorannya yang tidak berguna itu, kalo dibawa ke ladang kan bisa membuat subur tanaman, dan hasilnya kembali ke kita lagi," jelasnya.